NANANG-CHEVROLET 0812.1917.2099 / 021-9913.0844 ( 24-Hours )

Anda UNTUNG,Dealer UNTUNG,Mr CHEVY UNTUNG

Uji Riil Konsumsi Bensin Chevrolet

Uji Riil Konsumsi Bensin Chevrolet

Tiga produk Chevrolet dengan transmisi otomatis, menempuh Jakarta – Bandung – Ciwidey guna membuktikan tingkat efisiensi bahan bakar

Jakarta 25 Oktober 2008. Untuk kedua kalinya GM Autoworld Indonesia selaku ATPM mobil merek Chevrolet di Indonesia mengadakan pengujian konsumsi BBM produk Chevrolet Captiva 2.4 L bermesin bensin, Chevrolet Captiva diesel 2.0L VCDi, Chevrolet Optra Magnum 1.6L . Ketiga produk yang diuji tersebut memiliki transmisi otomatis dan khusus Captiva sudah dilengkapi dengan Tiptronik.

Untuk ketiganya, masing-masing dalam menempuh rute pengujian Jakarta – Bandung – Ciwidey (Bandung) diisi oleh 4 orang penumpang. Rute pengujian dipilih berdasarkan alasan rute sangat mewakili perjalanan keluarga Indonesia yang berada di Jakarta.

Titik keberangkatan, Senayan-Jakarta dipilih pada hari Jumat pada pukul 16.00, karena pada jam tersebut lazim dikenal sebagai waktu paling macet di Jakarta.

Terutama jalan Sudirman, Gatot Subroto, Tol Gatot Subroto menuju Pondok Gede, menuju Cikampek yang padat dan Cipularang yang konturnya bumpy (cenderung menanjak naik turun) serta pintu masuk kota Bandung yang paling ramai dan padat di Jumat sore, yaitu pintu keluar tol Pasteur.

Tak kurang dari 10 Jurnalis dari 10 Media Nasional menjadi penguji dan saksi resmi hasil pengujian BBM yang dibagi dalam dua tahap ini.

“Kami sengaja membawa produk-produk kami untuk diuji kembali tingkat konsumsi BBM-nya oleh para Jurnalis untuk membuktikan bahwa produk Chevrolet bukan produk yang boros. Dalam pengujian yang sudah menjadi tradisi kami ini, kami menggunakan metode yang natural dan normal 99 persen sesuai dengan kenyataan sehari-hari,” ujar Kiki Fajar PR & Corporate Communication Manager GM Autoworld Indonesia.

Kiki menegaskan bahwa pada pengujian ini, semua produk bertransmisi otomatis, dan para Jurnalis dibiarkan agar menggunakan karakter mengendaranya masing-masing.

Rute yang dipilih pun dipilih beragam. Dari mulai padat merayap 0-40 kpj, macet 0-20kpj, hingga kecepatan diatas rata-rata (120 kpj – 160 kpj) saat di tol Cipularang. Ditambah rute menanjak dan berliku penuh tikungan tajam sepanjang 40 km lebih dari Kopo – Ciwidey, Bandung.

Pengujian yang memakai metode natural ini diawali dengan metode full to full ke masing-masing kendaraan di SPBU Pertamina Gatot Subroto. Chevrolet Captiva 2.4L bermesin bensin diisi dengan Pertamax dan 2.0L bermesin diesel diisi dengan Bio Diesel, masing-masing memiliki kapasitas tangki BBM sebesar 65 liter sedangkan Chevrolet Optra Magnum yang diisi Pertamax memiliki kapasitas 60 liter.

Setelah semua diisi penuh, ketiga objek pengujian tersebut kembali mengisi ulang setelah kembali dari titik terakhir pengujian tahap pertama yakni Kawah Putih – Ciwidey Bandung. “Kami kembali mengisi kembali di SPBU Soreang, Bandung. Dengan hasil masing-masing. ;

Chevrolet Captiva bensin 2.4L 1 liter untuk 8,3 km

Chevrolet Captiva diesel 2.0L VCDi 1 liter untuk 10,6 km

Chevrolet Optra Magnum 1.6L 1 liter untuk 9,4 km

                   
Dilanjutkan dengan hasil, pengujian BBM tahap kedua yakni Soreang – Jakarta yang cenderung tidak memiliki banyak tanjakan dan didominasi oleh jalan bebas hambatan, ketiganya mencatatkan angka;

Chevrolet Captiva bensin 2.4L A/T 1 liter untuk 12,2 km

Chevrolet Captiva diesel 2.0L VCDi A/T 1 liter untuk 12,5 km

Chevrolet Optra Magnum 1.6L A/T 1 liter untuk 14 km

                    
Angka yang dihasilkan pada tahap pertama membuktikan bahwa, konsumsi BBM mobil Chevrolet irit. Mengingat tidak ada metode khusus yang diaplikasikan dalam pengujian kecuali full to full dan semua berjalan sportif.

GM Autoworld sendiri dalam melakukan pengujian ini, tidak memberikan ketentuan penguji harus mempertahankan kecepatan agar konstan, tim penguji tidak diperbolehkan mengukur memakai gelas ukur di tiap SPBU untuk menguji keabsahan meteran, mobil yang diuji melaju dengan setelan AC yang nyaman.

Ditambah beban masing-masing unit diisi oleh 4 penumpang, pengujian tidak dilakukan malam hari, rute naik turun dan tanjakan terjal, semua penguji bebas menguji performa masing-masing unit pengujian sesuai dengan karakter mengendaranya masing-masing dan kondisi suhu udara pun baik dalam perjalanan maupun saat pengisian tercatat normal yakni 31,5 derajat celcius hingga 35 derajat celcius.

Dari program ini, kiki berharap konsumen bijak dalam melihat, menilai dan berkomentar soal tingkat efisiensi bahan bakar Chevrolet. Mengingat tingkat konsumsi bahan bakar, atau tingkat keiritan bahan bakar dipengaruhi banyak hal.

Mulai tingkat akurasi meteran tiap SPBU, cara mengendara, perawatan kendaraan, rute, beban, pemakaian AC, konsistensi kecepatan, pengenalan karakter akselerasi kendaraan (spesifikasi mobil), jenis transmisi, kontur jalan, medan yang beragam, kemacetan, dan lain-lain.

Joint Mr CHEVY

Google+ Web Search

Supported By :

     Mr Na2Ng CHEVY

Recent Forum Posts

Site Clock

Share on Facebook

Share on Facebook

Member Online

Featured Products

CHEVY Poll

Mr CHEVY status

My status